Tim S-Care berhasil mencapai Hermel-Libanon dengan selamat

nMochammad (kanan), salah satu anggota tim S-Care sedang melakukan survey ke lokasi pengungsi di daerah Al Houch, Hermel – Libanon.

Setelah melalui perjalanan panjang dan banyaknya check-point di sepanjang perjalanan, akhirnya tim Soekarno Care berhasil mencapai Hermel, Libanon. Waktu tempuh yang seharusnya sekitar 3 jam menjadi lebih lama karena beberapa check-point di berbagai titik sepanjang jalan dan pemeriksaan random terhadap kendaraan yang lewat. Hal ini dapat dipahami setelah terjadinya beberapa bom bunuh diri yang dilakukan oleh para pelaku teror yang bahkan meledakkan diri di check-point tentara Libanon.

Setelah mencapai daerah Hermel, tim Soekarno Care dengan didampingi oleh penduduk lokal akhirnya mencapai lokasi-lokasi pengungsi di daerah Hermel yang berbatasan dengan Suriah. Karena sangat terbatasnya waktu, tim tidak dapat mengunjungi seluruh lokasi pengungsian, namun hanya beberapa titik yang dianggap cukup banyak berkumpul pengungsi. Kebanyakan para pengungsi tersebar dengan tenda tunggal atau hanya beberapa tenda di berbagai tempat. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah di daerah Shwaghir, Hermel. Jumlah tenda yang nampak berjumlah sekitar 9 tenda yang ditempatkan secara sembarang di lapangan terbuka. Daerah berikutnya yang dikunjungi adalah daerah Al Houch, Hermel.  Mochammad, anggota tim S-care berhasil melakukan wawancara pendek dengan pengungsi. Mereka menyebutkan bantuan tidak ada yang datang. Badan PBB datang hanya membuatkan sebuah sekolah dengan bangunan sementara untuk anak-anak. Ketika ditanya apakah ada bantuan resmi yang datang, salah seorang tetua pengungsi disana hanya mendongakkan kepala tanda tidak ada. Pertanyaanpun berlanjut darimana mereka mendapatkan makan, ia hanya menjawab “Hanya Tuhan yang membantu kami..”. Secara spontan tim S-Care merespon: “Kami yang akan bantu!”. Bantuan yang ada umumnya adalah bantuan spontanitas dari kemurahan masyarakat Libanon disekitar kamp pengungsian. Perlu dicatat bahwa Hermel merupakan daerah cukup berbahaya dimana roket-roket dari kelompok oposisi bersenjata  di Suriah beberapa kali meluncurkan roket mereka ke daerah ini.

hFoto 02: Pengungsi yang tengah memasak menggunakan kayu bakar dan ranting ditempat terbuka.

kFoto 03:  Anak-anak di pengungsian terbuka Al Houch.

gFoto 04: Kamp pengungsi Suriah terbuka di daerah Al-Houch, Hermel – Libanon yang berdekatan dengan Suriah.

dFoto 05: Salah seorang wanita pengungsi asal Suriah yang berdiri dihadapan huniannya di Al Houch – Hermel.

vist hermel mapFoto 06: Lokasi pengungsian dan jarak dari Beirut ke Lokasi pengungsian di Al Houch, Hermel.

Di daerah Al Houch ini tim S-Care meliput kondisi pengungsi secara langsung. Berdasarkan wawancara kepada para pengungsi dan sebagian data visual yang diperoleh, didapatkan data sebagai berikut:

LISTDari data ini tim S-Care menggunakannya sebagai dasar analisa kebutuhan hidup yang diperlukan pengungsi. Dengan menggunakan data harga kebutuhan pokok yang ada, tim berhasil melakukan analisa kasar dengan rincian kebutuhan yang akan diberikan sebagai berikut:

LIST2


Sumber: Tim S-Care-2014.03.02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s