Israel coba dekati Indonesia sejak masa Soekarno

tonys-file-034

Jalinan kontak antara Indonesia dan Israel ternyata sudah terjadi sejak masa pemerintahan Presiden Ir. Soekarno. Setidaknya pernyataan itu tertulis dalam artikel Dr. Colin Rubenstein di situs http://www.jcpa.org.

Rubenstein menyatakan meski secara formal hubungan Israel-Indonesia tidak tampak, tapi setidaknya Negeri Zionis itu sudah mencoba merayu agar hubungan resmi dapat terjalin sejak Indonesia merdeka lewat beberapa petinggi kedua negara.

Namun, kontak antara Indonesia dan Israel mesti dilakukan lewat jalan belakang, lantaran mayoritas umat muslim di nusantara tidak bakal menyetujui jika Negeri Zionis itu bercokol di tanah air. Setidaknya hal itu terbukti saat mendiang Presiden Abdurrahman Wahid menggulirkan ide buat menormalkan dan membuka hubungan resmi dengan Israel. Hal itu mendapat tentangan hebat berujung pada lengsernya Gus Dur.

Jauh sebelum itu, tepatnya sejak masa pergerakan sebelum kemerdekaan, dua organisasi Islam besar Indonesia, yakni Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama, mendominasi perkembangan wawasan keIslaman di negeri ini. Kedua lembaga itu juga memiliki kedekatan dengan negara muslim di Timur Tengah, utamanya Mesir dan Arab Saudi. Dua lembaga itu juga mempengaruhi peta politik di Indonesia.

Karena kedekatan antara Indonesia dengan dunia Arab, maka Presiden Soekarno sempat mengutus rombongan dipimpin Haji Agus Salim ke Timur Tengah. Tugas utamanya adalah agar negara-negara Timur Tengah mau mengakui kedaulatan Indonesia dan membantu dalam segi finansial.

Meski begitu, Negeri Zionis itu pernah menjalin kontak dengan Indonesia. Pada Desember 1949, Presiden Israel Cham Weizmann dan Perdana Menteri Davis Ben-Gurion mengirim telegram kepada Presiden Soekarno dan Menteri Luar Negeri Mohammad Hatta, setelahnya menjadi wakil presiden. Isinya adalah Israel menyampaikan selamat atas penandatanganan Perjanjian Konferensi Meja Bundar dengan Kerajaan Belanda.

Setahun kemudian, Menteri Luar Negeri Israel Moshe Sharett mengirim telegram kepada Mohammad Hatta dengan maksud Negeri Zionis itu bakal memberi pengakuan kedaulatan penuh terhadap Indonesia. Tetapi Hatta tidak menanggapi pesan itu dan hanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat Israel dan tidak menerima pengakuan kedaulatan itu.

Tidak sampai di situ, di tahun yang sama Sharett pun menulis surat kepada Hatta menerangkan jika Israel bakal mengirim misi perdamaian ke Indonesia. Pada mei 1950, Hatta membalas surat Sharett dan isinya berterima kasih dengan kepedulian Israel tapi menurut dia alangkah baiknya jika misi itu ditunda.

Kemungkinan pembukaan hubungan formal antara Israel dan Indonesia makin jauh dari kenyataan saat Soekarno tampak akrab dengan kekuatan komunis, yaitu RRC dan Uni Soviet. Pada 1952, presiden pertama Indonesia itu juga menyatakan mendukung gerakan perjuangan bangsa Arab melawan Israel yang menjajah Palestina. Hal itu dilakukan sebagai balas jasa lantaran negara-negara Arab, terutama Mesir, mendukung perjuangan Indonesia dengan memberikan pengakuan kedaulatan.

Walau sentimen anti-Israel cukup tinggi di Indonesia, pada Februari 1953, Reuven Barkat, Kepala Bidang Politik Histradut, yakni badan tertinggi serikat buruh Israel, dapat menjejakkan kaki di Jakarta bertemu beberapa tokoh politik. Di tahun sama, Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Subandrio, sempat bertemu dengan diplomat asal Israel, Eliahu Elath, membicarakan adanya kemungkinan kerjasama atau kucuran bantuan dari Negeri Zionis itu buat pembangunan wilayah Asia, khususnya Indonesia. Tentu Soekarno tidak tahu urusan itu.

Buat membicarakan hal itu, Israel sudah mengatur pertemuan mereka di Tel Aviv pada Maret 1953. Tetapi hal itu tidak pernah terjadi. Hanya sekretaris jenderal Partai Sosialis Indonesia yang berkunjung ke Israel pada Juli tahun yang sama atas undangan Reuven Barkat. Puncaknya pada November, Indonesia menghentikan pemberian visa masuk kepada seluruh warga Israel.

Sumber: www.merdeka.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s