Bertualang ke Mesin Waktu Suriah

Ma'loulaOleh: Henry Multatuli*

H. G. Wells boleh saja dikenal dengan novel petualangannya berjudul The Time Machine. Hingga kinipun berterima kasihlah pada Einstein, jikalau dunia Sains kita sudah memasuki periode kuantum dan ujicoba seputarmatter di lab CERN masih berlangsung dalam usaha meneliti misteri relativitas waktu dan dimensi.  Setidaknya H.G. Wells masih berkhayal bagaimana Eloi berselancar di dunia  masa depan dan masa lalu. Namun tidak dengan wisatawan-wisatawan yang mengunjungi Ma’loula.

mar takla 

Sekarang lupakan Eloi, M-theory, atau Dilasi Waktu. Tidak begitu jauh dari ibukota Suriah, Damaskus, terdapat kota kecil yang berada di kaki bukit. ‘Perjalanan waktu’-nya mungkin memakan waktu hampir sejam jika bertolak dari Damaskus. Kota itu bernama Ma’loula. Nama kota itu saja sudah agak janggal di telinga orang arab karena ma’ala berarti dataran tinggiberasal dari bahasa Aramiah.

Terdapat berbagai alasan mengapa ketika pertama kalinya saya mendatangi tempat ini saya seakan sedang bertualang di mesin waktu sungguhan. Salah-satunya adalah Penduduk Ma’loula masih menggunakan bahasa Aramiah, bahasa tua yang hampir punah. Bahasa ini tergolong bahasa semit sama seperti bahasa Ibrani dan bahasa Arab, bahkan lebih tua dari bahasa arab. Ini adalah sesuatu yang langka terjadi di negara-negara timur tengah di mana bahasa jaman Yesus Kristus ini masih digunakan oleh khalayak ramai seperti di Ma’loula.

Cliff

Di Ma’loula, terdapat begitu banyak tempat-tempat bersejarah yang berkaitan dengan peninggalan kebudayaan Kristen awal. Maklum, Ma’loula seperti wahana ‘mesin waktu’ yang membawa anda melihat bangunan-bangunan kuno seperti gereja-gereja para biarawan suci serta anda dapat berkunjung langsung seakan waktu membawa anda ke masa awal masehi. Ambil contoh seperti gereja St. Takla yang berdiri di dalam gua sempit di kaki bukit yang cadas. St. Takla adalah seorang putri raja yang menganut ajaran Kristus secara diam-diam karena dia adalah salah-satu murid Rasul Paulus. Mengetahui hal itu, sang raja mengirim bala tentara untuk menangkapnya. Dalam pengejarannya, Takla konon membelah bukit dan menciptakan lorong sempit yang membuatnya dapat melarikan diri. Terlepas benar tidaknya kisah itu, celah sempit tersebut masih dapat dilalui jika ingin menuju ke gereja St. Takla. Kisah ini mengingatkan saya suku Israel yang mendapat bantuan Musa yang membelah laut merah.

Tidak hanya St. Takla, terdapat begitu banyak situs-situs peninggalan santo lainnya seperti gereja Mar Markis atau Gereja St. Sergius dan Bacchus, dua tentara Romawi yang dijatuhi hukuman mati karena menganut agama kristen. Gereja Mar Markis awalnya kuil Yupiter peninggalan pagan Romawi. Menurut kisah, Sergius dan Bacchus ketahuan sebagai pengikut kristen tatkala menolak ikut bersama rombongan ofisial Romawi lainnya yang mengikuti upacara keagamaan. Hal tersebut membuat mereka dirantai dan dilecehkan sebagaimana sejarah menceritakan salah-satu darinya dipaksa mengenakan busana wanita dan berkeliling sekitar kota bagaikan pasangan pengantin.

St. Sergius Terdapat tempat menarik lainnya yang bernilai tak kalah historis namun waktu kami begitu terbatas untuk menikmati semuanya. Kisah Sergius dan Bacchus sudah begitu menguras adrenalin saya tatkala melihat bilik-bilik batu nan  sempit yang begitu dingin dan remang yang merupakan tempat mereka dirantai dan disiksa. Mungkin di lain waktu saya akan mengunjungi ‘mesin waktu’ ini untuk menelusuri kisah para pengikut kristen lainnya dan perjuangan mereka di bawah bayang-bayang  teror penguasa pagan Romawi. Tertarikkah anda dengan ‘wahana’ ini?
*) Pelajar yang menghabiskan 2 tahun di Suriah
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s